Pengertian Kepemimpinan
kemampuan untuk mempengaruhi prilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan maslah sosial yang di dalmnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengaruhi, membujuk, memotivasi, dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utama seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mampu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang positif dalam usaha mencapai tujuan
Tipe-Tipe Kepemimpinan
1. Tipe Instruktif
tipe ini ditandai dengan adanya komunikasi satu arah. Pemimpin membatasi peran bawahan dan menunjukan kepada bawahan apa, kapan, dimana, bagaimana sesuatu tugas harus dilaksanakan. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata menjadi wewenang pemimpin, yang kemudian diumumkan kepada para bawahan. Pelaksanaan pekerjaan diawasi secara ketat oleh pemimpin.
Ciri-ciri :
-Pemimpin memberikan pengarahan tinggi dan rendah dukungan.
-Pemimpin memberikan batasan peranan bawahan.
-Pemimpin memberitahukan bawahan tentang apa, bilaman, dimana, dan bagaiman bawahan melaksanakan tugasnya.
-Inisiatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata dilakukan oleh pemimpin.
-Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan diumumkan oleh pemimpin dan pelaksanaannya diawasi secar ketat oleh pemimpin
2. Tipe Konsultatif
Kepemimpinan tipe ini masih memberikan instruksi yang cukup besar serta penetapan keputusan-keputusan dilakukan oleh pemimpin. Bedanya adalah bahwa tipe konsultatif ini menggunakan komunikasi dua arah dan memberikan suportatif terhadap bawahan mendengar keluhan dan perasaan bawahan tentang keputusan yang diambil. Sementara bantuan ditingkatkan, pengawasan atas pelaksanaan keputusan tetap pada pemimpin.
Ciri-ciri :
-Pemimpin memberikan baik pengarahan maupun dukungan tinggi.
-Pemimpin mengadakan komunikasi dua arah dan berusaha mendengarkan perasaan, gagasan, dan saran bawahan.
-Pengawasan dan pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.
3. Tipe Partisipatif
Sebab kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan seimbang antara pemimpin dan bawahan. Pemimpin dan bawahan sama sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Komunikasi dua arah makin bertambah frekuensinya, pemimpin makin mendengarkan secara intensif terhadap bawahannya. Keikutsertaan bawahan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan makin banyak, sebab pemimpin berpendapat bahwa bawahan telah memiliki kecakapan dan pengetahuan yang cukup luas untuk menyelesaikan tugas.
Teori-Teori Kepemimpinan
A. Teori Timbulnya Kepemimpinan
Di antara berbagai teori yang menjelaskan sebab-sebab timbulnya kepemimpinan terdapat tiga teori yang menonjol, yaitu :
1. Teori Keturunan (Heriditary Theory)
2. Teori Kejiwaan (Psychological Theory)
3. Teori Lingkungan (Ecological Theory)
Masing – masing teori dapat dikemukakan secara singkat :
1. Teori Keturunan
Inti daripada teori ini, ialah :
a. Leaders are born not made.
b. Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena bakat – bakat yang dimiliki sejak dalam kandungan.
c. Seorang pemimpin lahir karena memamng ditakdirkan. Dalam situasi apapun tetap muncul menjadi pemimpin karena bakat-bakatnya.
2. Teori Kejiwaan.
a. Leaders are made and not born.
b. Merupakan kebalikan atau lawan dari teori keturunan.
c. Setiap orang bias menjadi pemimpin melalui proses pendidikan dan pengalaman yang cukup.
3. Teori Ekologis
a. Timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori social.
b. Seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin, apabila pada waktu ahir telah memiliki bakat, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman.
c. Teori ini memanfaatkan segi-segi positif teori genetis dan teori social.
d. Teori yang mendekati kebenaran.
B. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Sifat
Di tinjau dari segi sejarah, pemimpin atau kepemimpinan lahir sejak nenek moyang, sejak terjadinya hubungan kerjasama atau usaha bersama antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lain untuk menjapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Jadi kepemimpinan lahir bersama – sama timbulnya peradaban manusia.
• Machiavelli
Ia terkenal tentang nasehatnya mengenai kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh seorang Perdana Mentri, yaitu antara lain harus mempunyai keahlian dalam :
a. Upacara – upacara ritual, kebaktian keagamaan
b. Peratuaran dan perundang – undangan
c. Pemindahan dan pengangkutan
d. Pemberian honorium/pembayaran dan kepangkatan
e. Upacara – upacara dan adat kebiasaan.
f. Pemindahan pegawai untuk menhindarkan kegagalan
g. Bertani dan pekerjaan lainnya.
• Empuh Prapanca dengan bukunya yang terkenal Negara Kertagama menyebut 15 sifat yang baik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu:
a. Wijana, sikap bijaksana
b. Mantri wira, sebagai pembela negara sejati
c. Wicaksaning naya, bijaksana dalam arti melihat masa lalu, kemampuan analisa, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
d. Matanggwan, mendapat kepercayaan yang tinggi dari yang dipimpinnya.
e. Satya bakti haprabu, setia dan bakati kepada atasan (loyalitas).
f. Wakjana, pandai berpidato dan berdiplomasi.
g. Sajjawopasama, tidak sombong, rendah hati, manusiawi.
h. Dhirrottsaha, bersifat rajin sungguh- sungguh kreatif dan penuh inisiatif.
i. Tan-lalana, bersifat gembira, periang.
j. Disyacitra, Jujur terbuka.
k. Tancatrisan, tidak egoistis.
l. Masihi Samastha Bhuwana, bersifat penyayang, cinta alam.
m. Ginong Pratidina, tekun menegakkan kebenaran.
n. Sumantri, sebagai abdi negara yang baik.
o. Ansyaken musuh, mampuh memusnakan setiap lawan.
• Ajaran Hasta Brata.
Hasta Bhrata (delapan pedoman pilihan) yang terdapat dalam kitab Ramayana berisi sifat - sifat positif sebagai pedoman bagi setiap pemimpin adalah :
a. Sifat matahari (surya) Yaitu:
- Menerangi dunia dan memberi kehidupan pada semua mahluk.
- Menjadi penerang selurah rakyat.
- Jujur dan rajin bekerja sehingga negara aman dan sentosa.
b. Sifat bulan (candra) yaitu:
- Memberi penerangan terhadap rakyat yang sedang dalam kegelapan (kesulitan)
- Menerangkan perasaan dan melindungi rakyat sehingga terasa tentram untuk menjalankan tugas masing- masing.
c. Sifat Bintang (kartika) yaitu:
- Menjadi pusat pandangan sumber susila dan budaya, dan menjadi suri tauladan
d. Sifat Awan yaitu :
- Dapat menciptakan kewibawaan
- Tindakan mendorong agar rakyat tetap taat.
e. Sifat Bumi yaitu:
- Ucapanya sederhana.
- Teguh, dan kokoh pendiriannya.
f. Sifat Samudera,yaitu:
- mempunyai pandangan yang luas
- membuat rakyat seia sekata.
g. Sifat Api (Agni) yaitu:
- Menghukum siapa saja yang bersalah tanpa pandang bulu.
h. Sifat Angin (Bayu) yaitu :
- terbuka dan tidak ragu – ragu terhadap semua masalah.
- Bersikap adil terhadap siapa pun.
• The Traits and abilities Theory yang dikemukakan oleh stogdill dengan menekan pada kwalitas individu dan terdapat relevansi yang erat antara sifat dan kepemimpinan (capacity, status, participation, responsibility,achievement).
C. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Tingkah Laku
Dengan memusatkan pada ciri-ciri dan gaya yang dimiliki oleh setiap pemimpin yang bersangkutan, mereka yakin akan berhasil dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Sehingga gaya dan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan berbagai tipe.
Ada beberapa tipe kepemimpinan.
1. Tipe Otoriter
Tipe ini mempunyai sifat-sifat:
a. Semua kebijaksanaan ditentukan oleh pemimpin
b. Organisasi dianggap milik pribadi pemimpin
c. Segala tugas dan pelaksanaannya ditentukan oleh pemimpin .
d. Kurang ada partisipasi dari bawahan .
e. Tidak menerima kritik, saran dan pendapat bawahan .
2. Tipe Demokratis
a. Semua kebijaksanaan dan keputusan dilakukan sebagai hasil diskusi dan musyawarah .
b. Kebijaksanaan yang akan dating ditentukan melalui musyawarah dan diskusi.
c. Anggota kelompok, bebas bekerjasama dengan anggota yang lain, dan berbagai tugas diserahkan kepada kelompok .
d. Kritik dan pujian bersifat objektif dan berdasarkan fakta-fakta .
e. Pemimpin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sebagai anggota biasa .
f. Mengutamakan kerjasama .
3. Tipe Semuanya
a. Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada kelompok atau perseorangan di dalam pengambilan kebijaksanaan maupun keputusan .
b. Pemimpin tidak terlibat dalam musyawarah kerja .
c. Kerjasama antara anggota tanpa campur tangan pemimpin .
d. Tidak ada kritik, pujian atau usaha mengatur kegiatan pemimpin .
Di samping ketiga gaya kepemimpinan diatas Sondang P.Siagian, MPA.,Ph.D. mengemukakan tipe pemimpin yang lain, ialah:
4. Tipe Militeristis
a. Lebih sering mempergunakan perintah terhadap bawahan .
b. Perintah terhadap bawahan sangat tergantung pada pangkat dan jabatan .
c. Menyenangi hal-hal yang bersifat formal .
d. Sukar menerima kritik .
e. Menggemari berbagai upacara .
5. Tipe Paternalistik
a. Bersikap melindungi bawahan .
b. Bawahan dianggap manusia yang belum dewasa .
c. Jarang ada kesempatan pada bawahan untuk mengambil inisiatif .
d. Bersikap maha tahu .
6. Tipe Karismatis
a. Mempunyai daya tarik yang besar, oleh karenanya mempunyai pengikut yang besar .
b. Daya tarik yang besar tersebut kemungkinan disebabkan adanya kekuatan gaib (supernature) .
Disamping teori yang telah dikemukakan diatas, ada teori lain yang Dikemukakan oleh W.J. Reddin dalam artikelnya yang berjudul “What Kind of Manager”.
Ada tiga pola dasar yang dapat dipakai untuk menentukan watak atau tipe seorang pemimpin. Ketiga pola dasar tersebut :
1. Berorientasi tugas (task orientation).
2. Berorientasi pada hubungan kerja (Relationship orientation).
3. Berorientasi pada hasil (effectiveness orientation).
Berdasarkan sedikit banyaknya orientasi atau penekanan ketiga hal diatas pada diri seorang pemimpin akan dapat ditentukan delapan tipe pemimpin masing-masing ialah:
1. Deserter
2. Bureaucrat
3. Missionary
4. Developer
5. Autocrat
6. Benevolent autocrat
7. Compromiser
8. Executive
Kamis, 01 Desember 2011
Jumat, 04 November 2011
Rahasia di Balik Upload File Raksasa
Jakarta - Sering saya jumpai baik di forum ataupun berbagai website lokal yang isinya merupakan video atau file dengan ukuran yang bisa dikatakan besar, katakanlah 500MB lebih untuk satu filenya.
Yang jadi pertanyaan saya adalah bagaimakah mereka mengunggah file berukuran besar tersebut? dimana kita tau bahwasanya di negeri kita ini bisa dikatakan memiliki koneksi internet lambat terlebih dengan koneksi unggahnya dan yang lebih mengherankan lagi adalah waktu unggah mereka bisa dikatakan cepat jika dilihat dari file awal tersebut ada di internet. Apakah rahasia uploader tersebut?
(Yasa Aulia Natasha, Pria, 22th)
Jawaban :
Mas Yasa, Beberapa internet user di Indonesia memang memiliki anugerah yang luar biasa berupa bandwidth yang berlimpah. Misalnya saja mereka yang mengelola lab komputer di sebuah kampus, para admin warnet, admin ISP, sysadmin kampus ataupun perkantoran ataupun mereka yang memang mampu berlangganan akses internet dengan bandwidth yang besar.
Mereka ini tentunya yang memiliki keleluasaan untuk melakukan upload file dalam jumlah besar, kalau file tersebut berasal dari komputernya. Tinggal pilih waktu malam hari, waktu yang tak banyak orang menggunakan internet, maka bandwidth pun makin lapang. Tetapi bisa juga file yang besar tersebut awalnya sudah ada di internet.
Lalu dengan mudah siapapun tanpa perlu bandwidth besar melakukan semacam "copy-paste" dari server awal lokasi file tersebut ke server tujuan. Kalau ini yang dilakukan, tentu saja besar kecilnya bandwidth upstream/downstream dari server ke komputer tidak ada kaitannya secara langsung.
sumber : http://www.detikinet.com
Mengalir ke Mana Uang Hasil SMS Komodo?
Jakarta - Content Provider (CP) Mobilink boleh saja telah menjalankan layanan SMS vote dukungan terhadap Pulau Komodo untuk menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia (new7wonders). Namun ternyata mereka mengaku tak menjalin hubungan dengan pihak New7Wonders secara langsung.
Dalam pertemuan dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), pihak Mobilink -- selaku CP yang menjalankan layanan ini -- mengakui bahwa menjadi penyedia layanan SMS Komodo.
"Namun mereka tidak berhubungan langsung dengan New7Wonders, melainkan ke P2K alias Pendukung Pemenangan Komodo," kata Heru Sutadi, anggota BRTI yang mengikuti pertemuan tersebut kepada detikINET, Jumat (4/11/2011).
Nah, kepada pihak P2K-lah Mobilink melaporkan segala hasil voting SMS Komodo yang dijalankan lewat layanannya. "Mereka (Mobilink-red.) mengakunya cuma mengumpulkan data. Tidak tahu datanya digunakan untuk apa oleh P2K," lanjut Heru.
Layanan SMS Komodo sendiri pada awalnya dikenakan tarif Rp 1.000/SMS, sebelum akhirnya pada tanggal 15 Oktober menjadi Rp 1/SMS. Hanya saja, konon ada sudah ada sekitar sejutaan orang yang mengirim SMS Komodo saat tarifnya masih Rp 1000.
Tentu kini banyak pihak pun bertanya-tanya, ke mana larinya uang hasil layanan SMS Komodo ini?
Menurut Heru, apa yang dijalankan Mobilink lewat layanan SMS Komodo-nya itu sama seperti layanan SMS premium biasa. Di mana hasil bisnisnya memiliki proporsi 60% untuk operator dan 40% bagian CP.
"Hanya saja, 40% bagian CP itu larinya ke mana saja kita tidak tahu, dan kita tidak telusuri lebih jauh," tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) Emmy Hafild enggan menyebutkan perihal perolehan dana dari SMS Komodo tersebut.
"Itu tidak bisa saya sebutkan karena bersifat confidential. Tapi nanti akan diaudit," ujar Emmy kepada wartawan saat menggelar jumpa pers terkait polemik Vote Komodo di kantor pusat PMI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (4/11/2011).
Emmy meminta SMS berbayar tersebut jangan dijadikan polemik. Hal serupa juga terjadi dalam voting ajang pencarian bakat yang marak digelar.
"Kenapa SMS idol-idolan itu tidak dipertanyakan. Toh itu juga uang rakyat," imbuhnya.
Sebelumnya, pakar telematika dari UIN Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat menilai ada sejumlah kejanggalan dalam vote SMS dukungan pulau Komodo itu. Keganjilan itu menurut Abah, dimulai saat gembar-gembor di media jejaring sosial, Twitter bahwa SMS Komodo ke 9818 gratis, namun pada kenyataannya tidak gratis melainkan bayar Rp 1.000.
sumber : http://www.detikinet.com
TV Jadul Bisa Disulap Jadi Kotak Ajaib Internet
SpeedUp TV (dok.MLW)
"Caranya cukup menyambungkan smart box SpeedUp TV ke sambungan Audio Video di TV analog di rumah," kata Rahmad Widjaja Sakti, Product Marketing Director MLW Telecom kepada detikINET, Jumat (4/11/2011).
SpeedUpTV merupakan smart box yang mampu menampilkan tayangan definisi tinggi lewat akses internet setelah dihubungkan ke pesawat televisi, baik konvensional maupun digital.
Selain bisa menjadi medium internet broadband, perangkat ini juga bisa menjadi konsol game ala Nintendo Wii dengan sejumlah games yang bisa dimainkan, seperti Angry Birds, Fruit Ninja, dan lainnya.
"Smartbox kami ini dilengkapi smart motion remote yang dapat mendeteksi gerakan, sehingga membuat pengalaman bermain game dan bernavigasi internet jadi lebih seru. Persis seperti kita main Wii," jelas Rahmad.
SpeedUpTV merupakan satu dari dua produk andalan MLW Telecom di ajang IndoComtech 2011. Selain smart box ini, produsen ini juga menawarkan PC tablet Android yang diberi nama SpeedUp Pad.
"Komputer tablet yang kami hadirkan ini memberikan alternatif dan kebutuhan gaya hidup digital bagi konsumen dengan berbagai aplikasi, seperti musik, games, e-book, video player, browsing, GPS, dual camera, lengkap dengan teknologi 3G," kata Rahmad.
Kelebihan tablet PC ini, kata dia, dengan tersedianya kamera 0,3 dan 2MP di depan dan belakang serta menggunakan layar sentuh yang sangat sensitif yang diklaim lebih unggul. Produk berteknologi 3G ini ini memiliki daya tahan baterai standby hingga 5 hari sehingga sangat mendukung kebutuhan mobile para pengguna.
Tablet 7 inci (800x480 piksel) berprosesor Qualcomm 800MHz dengan OS Android 2.2 Froyo tersebut mendukung slot GSM, 512MB RAM, 512MB ROM, Wifi, GPS, Bluetooth, dan dipasarkan di harga Rp 2,5 juta.
Untuk memasarkan perangkat terbarunya, SpeedUp menggandeng Telkomsel sebagai mitra. "Perangkat yang dihadirkan SpeedUp sejalan dengan tujuan kami untuk menghadirkan layanan broadband beragam, beyond telecommunications," kata Gideon Eddie Purnomo, VP Channel Management Telkomsel.
sumber : http://www.detikinet.com/
Kejagung Tahan Pejabat BPOM Terkait Korupsi Pengadaan Alat Lab
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan dua tersangka terkait kasus korupsi pengadaan alat laboratorium pada Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2008. Kedua tersangka yang merupakan pejabat BPOM tersebut ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung.
Kedua tersangka yang ditahan tersebut, yakni Siam Subagyo selaku Kepala Pusat dan Makanan Nasional dan Irman Zamahir Ganin selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada pengadaan ini. Keduanya ditahan sore ini usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejagung.
"Setelah pemeriksaan di Gedung Bundar lalu ditahan," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Noor Rachmad kepada detikcom, Jumat (4/11/2011).
Kini, kedua tersangka tersebut mendekam di Rutan Salemba cabang Kejagung selama 20 hari ke depan. Menurut Noor, penyidik memiliki pertimbangan matang untuk melakukan penahanan terhadap kedua tersangka.
"Tentunya untuk kepentingan penyidikan itu sendiri, yaitu adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya," jelas Noor.
Kasus ini berawal pada tahun 2008, saat Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional yang bekerja di bawah BPOM melaksanakan pekerjaan pengadaan alat laboratorium dengan nilai proyek sekitar Rp 19,5 miliar yang diambil dari APBN.
Setelah dilakukan proses lelang, maka diputuskan CV Masenda Putra Mandiri dan PT Ramos Jaya Abadi yang menjadi rekanan BPOM dalam pengadaan tersebut.
CV. Namun dalam pelaksanaannya, kedua perusahaan rekanan tersebut malah mensubkontrakan seluruh pekerjaan tersebut kepada PT Bhineka Usada Raya (PT BUR) sehingga terjadi selisih harga atau kemahalan harga.
Akibat perbuatan tersebut, timbul kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 10,8 miliar. Para tersangka dijerat pasal pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU Tipikor, serta pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan 4 tersangka, yakni Siam Subagyo selaku Kepala Pusat dan Makanan Nasional, Irman Zamahir Ganin selaku Pejabat Pembuat Komitmen, Ediman Simanjuntak selaku Direktur CV Masenda Putera Mandiri, dan Surung Hasibuan Simanjuntak selaku Direktur PT Ramos Jaya Abadi. Untuk dua nama terakhir, Kejagung belum melakukan penahanan atas yang bersangkutan.
Struktur dan Bagan serta Macam-Macam Bentuk Organisasi
Dalam pelaksanaan, dikenal adanya bermacam bentuk organisasi atau lebih tepatnya struktur organisasi, di antarnya adalah:
1. Organisasi garis
Bentuk organisasi garis ini pertama kali muncul di kalangan militer, sehingga sering disebut sebagai bentuk organisasi militer, dan merupakan bentuk organisasi yang paling tua. Bentuk ini diciptakan oleh Henry Fayol, disamping itu bentuk organisasi garis merupakan bentuk organisasi yang paling sederhana. Organisasi garis mempunyai ciri khas sebagai berikut :
• Jumlah karyawan relatif sedikit
• Organisasi relatif kecil
• Karyawan saling mengenal dengan akrab
• Belum ada spesialisasi kerja, atau kalau ada masih relatif rendah
Kebaikannya :
• Perintah atau komando berjalan lancar, karena pimpinan hanya seorang
• Keputusan dapat diambil dengan cepat
• Solidaritas karyawan sangat tinggi, karena saling mengenal
Kelemahannya :
• Kemampuan seorang pimpinan sangat berpengaruh, sehingga kalau pimpinan tidak cakap atau tidak mampu, akan berakibat fatal bagi organisasi
• Timbulnya atau mendorong adanya sifat otoriter dari seorang pimpinan
• Membatasi perkembangan individu bawahan
2. Organisasi Fungsional
Dalam prakteknya, struktur organisasi fungsional ini kadang-kadang menimbulkan ketidak jelasan dalam pemberian perintah dari atasan kepada bawahan.Hal ini disebabkan kerena setiap atasan mempunyai wewenang untuk memberikan perintah kepada setiap bawahan yang ada, sepanjang perintah tersebut masih ada hubungannya dengan fungsi yang dimiliki atasan. Struktur organisasi fungsional yang pada mulanya diciptakan oleh F.W Taylor, juga mempunyai kebaikan maupun kelemahan tersendiri.
Kebaikannya adalah :
• Adanya spesialisasi tugas yang jelas
• Adanya tenaga-tenaga ahli dalam masing-masing tugas sesuai dengan fungsi-fungsi organisasi yang ada
• Karyawan dengan spesialisasinya dapat didayagunakan semaksimal mungkin
Kelemahannya adalah :
• Koordinasi agak sulit diterapkan, karena bawahan mempunyai beberapa atasan
• Proses pengambilan keputusan seringkali terlambat, karena ditentukan oleh “top management”
• Dituntut adanya karyawan yang benar-benar trampil (seorang spesialis), yang kadang-kadang sulit mencarinya
3. Organisasi Garis Dan Staf
Bila suatu organisasi itu masih ralatif kecil, artinya belum banyak permasalahan yang dihadapi dan segera harus diatasi, maka bentuk struktur organisasi yang sederhana (organisasi garis) dapat untuk mengatasinya.Namun apabila organisasi tersebut berkembang semakin luas, mungkin akan timbul berbagai kesulitan bagi seorang pimpinan dalam mengambil suatu keputusan (decision making), sehingga pimpinan tersebut merasa perlu untuk minta bantuan kepada orang lain yang dianggap mampu dan ahli. Oleh sebab itu, dibentuklah suatu “staf penasehat” yang merupakan kumpulan orang-orang yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Adapun tugas dari staf tersebut adalah membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Kebaikannya adalah :
• Dapat diterapkan baik dalam organisasi yang besar maupun organisasi yang kecil, apapun tujuan organisasi tersebut
• Ada pembagian tugas antara pimpinan dan bawahan (pelaksana) yang diakibatkan adanya staf
• Keputusan dapat diambil dengan lebih baik, karena adanya saran dari para ahli (staf)
Kelemahannya adalah :
• Rasa solidaritas karyawan berkurang, karena tidak saling mengenal antara bagian satu dengan bagian lainnya
• Perintah kadang-kadang menjadi agak kabur atau kurang jelas
• Pelaksanaan pekerjaan akan mengalami hambatan, apabila koordinasi pada staf kurang baik
4. Organisasi Gabungan
Bentuk organisasi gabungan ini pada dasarnya merupakan bentuk dari kombinasi struktur organisasi yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga bentuk sruktur organisasinya dapat berupa gabungan dari bentuk organisasi garis dan staf, garis dan fungsional, fungsional dan staf atau kombinasi dari ketiga bentuk organisasi tersebut. Sehingga bentuk struktur organisasi gabungan ini akan mempunyai kebaikan serta kelemahannya mengikuti kebaikan maupun kelemahan organisasi yang dibentuknya dalam rangka penggabungan tersebut.
5. Organisasi Matriks
Bentuk struktur organisasi matrik pertama kali muncul pada sebuah perusahaan industri ruang angkasa, yang mempunyai banyak departemen di mana masing-masing departemen dipegang oleh para spesialis (tim ahli) guna mencapai tujuan perusahaan secara khusus. Dewasa ini, struktur organisasi matriks sering diterapkan pada suatu pekerjaan yang merupakan proyek-proyek besar. Secara nyata terlihat bahwa untuk menangani suatu proyek yang cukup besar dengan permasalahannya yang sangat kompleks, diperlukan suatu upaya penyelesaian yang tepat, baik ditinjau dari segi waktu, tenaga maupun biaya yang dibutuhkan. Karena dirasakan bahwa bentuk organisasi yang disebutkan sebelumnya tidak dapat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, maka dibentuklah struktur matriks ini, yang pada dasarnya mempunyai tujuan memadukan berbagai bentuk struktur organisasi yang telah ada serta unsur personalia yang ada dalam organisasi dengan berbagai spesialisasinya guna menyelesaikan suatu proyek. Dalam organisasi matriks, seorang bawahan mempunyai dua orang atasan sehingga mereka dibawah dua jalur wewenang atau dengan kata lain mempunyai dua rantai perintah, yang satu secara vertikal (bersifat fungsional) sedang lainnya secara horizontal yang berasal dari perintah pimpinan proyek. Bila kedua jalur tersebut digabungkan, akan terlihat bentuk sebuah matriks, sehingga disebut organisasi matriks
6. Organisasi Supervisi
Di Amerika Serikat terdapat bervariasi bentuk organisasi supervisi. Hal ini disebabkan antara lain kerena terdapat pertumbuhan sekolah-sekolah secara pesat dengan angka problema yang diadministrir. Pertumbuhan sekolah menambah jumlah lembaga supervise dengan variasi tugas para supervisor. Kondisi-kondisi seperti besarnya sekolah, jumlah pelaksana supervisi beserta pendidikan dan pengalaman orang-orang yang di supervise menyebabkan perbedaan organisasi supervise.
Fred C. Ayer & A. S. Barr, mengemukakan tiga bentuk Organisasi Supervisi. Di antaranya adalah:
1. Bentuk organisasi Extrisic-dualistic.
2. Bentuk organisasi Line and Staff.
3. Bentuk organisasi coordinate. Soetopo Hendiyat
Struktur dan Bagan Organisasi
1. Organisasi garis
Bentuk organisasi garis ini pertama kali muncul di kalangan militer, sehingga sering disebut sebagai bentuk organisasi militer, dan merupakan bentuk organisasi yang paling tua. Bentuk ini diciptakan oleh Henry Fayol, disamping itu bentuk organisasi garis merupakan bentuk organisasi yang paling sederhana. Organisasi garis mempunyai ciri khas sebagai berikut :
• Jumlah karyawan relatif sedikit
• Organisasi relatif kecil
• Karyawan saling mengenal dengan akrab
• Belum ada spesialisasi kerja, atau kalau ada masih relatif rendah
Kebaikannya :
• Perintah atau komando berjalan lancar, karena pimpinan hanya seorang
• Keputusan dapat diambil dengan cepat
• Solidaritas karyawan sangat tinggi, karena saling mengenal
Kelemahannya :
• Kemampuan seorang pimpinan sangat berpengaruh, sehingga kalau pimpinan tidak cakap atau tidak mampu, akan berakibat fatal bagi organisasi
• Timbulnya atau mendorong adanya sifat otoriter dari seorang pimpinan
• Membatasi perkembangan individu bawahan
2. Organisasi Fungsional
Dalam prakteknya, struktur organisasi fungsional ini kadang-kadang menimbulkan ketidak jelasan dalam pemberian perintah dari atasan kepada bawahan.Hal ini disebabkan kerena setiap atasan mempunyai wewenang untuk memberikan perintah kepada setiap bawahan yang ada, sepanjang perintah tersebut masih ada hubungannya dengan fungsi yang dimiliki atasan. Struktur organisasi fungsional yang pada mulanya diciptakan oleh F.W Taylor, juga mempunyai kebaikan maupun kelemahan tersendiri.
Kebaikannya adalah :
• Adanya spesialisasi tugas yang jelas
• Adanya tenaga-tenaga ahli dalam masing-masing tugas sesuai dengan fungsi-fungsi organisasi yang ada
• Karyawan dengan spesialisasinya dapat didayagunakan semaksimal mungkin
Kelemahannya adalah :
• Koordinasi agak sulit diterapkan, karena bawahan mempunyai beberapa atasan
• Proses pengambilan keputusan seringkali terlambat, karena ditentukan oleh “top management”
• Dituntut adanya karyawan yang benar-benar trampil (seorang spesialis), yang kadang-kadang sulit mencarinya
3. Organisasi Garis Dan Staf
Bila suatu organisasi itu masih ralatif kecil, artinya belum banyak permasalahan yang dihadapi dan segera harus diatasi, maka bentuk struktur organisasi yang sederhana (organisasi garis) dapat untuk mengatasinya.Namun apabila organisasi tersebut berkembang semakin luas, mungkin akan timbul berbagai kesulitan bagi seorang pimpinan dalam mengambil suatu keputusan (decision making), sehingga pimpinan tersebut merasa perlu untuk minta bantuan kepada orang lain yang dianggap mampu dan ahli. Oleh sebab itu, dibentuklah suatu “staf penasehat” yang merupakan kumpulan orang-orang yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Adapun tugas dari staf tersebut adalah membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Kebaikannya adalah :
• Dapat diterapkan baik dalam organisasi yang besar maupun organisasi yang kecil, apapun tujuan organisasi tersebut
• Ada pembagian tugas antara pimpinan dan bawahan (pelaksana) yang diakibatkan adanya staf
• Keputusan dapat diambil dengan lebih baik, karena adanya saran dari para ahli (staf)
Kelemahannya adalah :
• Rasa solidaritas karyawan berkurang, karena tidak saling mengenal antara bagian satu dengan bagian lainnya
• Perintah kadang-kadang menjadi agak kabur atau kurang jelas
• Pelaksanaan pekerjaan akan mengalami hambatan, apabila koordinasi pada staf kurang baik
4. Organisasi Gabungan
Bentuk organisasi gabungan ini pada dasarnya merupakan bentuk dari kombinasi struktur organisasi yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga bentuk sruktur organisasinya dapat berupa gabungan dari bentuk organisasi garis dan staf, garis dan fungsional, fungsional dan staf atau kombinasi dari ketiga bentuk organisasi tersebut. Sehingga bentuk struktur organisasi gabungan ini akan mempunyai kebaikan serta kelemahannya mengikuti kebaikan maupun kelemahan organisasi yang dibentuknya dalam rangka penggabungan tersebut.
5. Organisasi Matriks
Bentuk struktur organisasi matrik pertama kali muncul pada sebuah perusahaan industri ruang angkasa, yang mempunyai banyak departemen di mana masing-masing departemen dipegang oleh para spesialis (tim ahli) guna mencapai tujuan perusahaan secara khusus. Dewasa ini, struktur organisasi matriks sering diterapkan pada suatu pekerjaan yang merupakan proyek-proyek besar. Secara nyata terlihat bahwa untuk menangani suatu proyek yang cukup besar dengan permasalahannya yang sangat kompleks, diperlukan suatu upaya penyelesaian yang tepat, baik ditinjau dari segi waktu, tenaga maupun biaya yang dibutuhkan. Karena dirasakan bahwa bentuk organisasi yang disebutkan sebelumnya tidak dapat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, maka dibentuklah struktur matriks ini, yang pada dasarnya mempunyai tujuan memadukan berbagai bentuk struktur organisasi yang telah ada serta unsur personalia yang ada dalam organisasi dengan berbagai spesialisasinya guna menyelesaikan suatu proyek. Dalam organisasi matriks, seorang bawahan mempunyai dua orang atasan sehingga mereka dibawah dua jalur wewenang atau dengan kata lain mempunyai dua rantai perintah, yang satu secara vertikal (bersifat fungsional) sedang lainnya secara horizontal yang berasal dari perintah pimpinan proyek. Bila kedua jalur tersebut digabungkan, akan terlihat bentuk sebuah matriks, sehingga disebut organisasi matriks
6. Organisasi Supervisi
Di Amerika Serikat terdapat bervariasi bentuk organisasi supervisi. Hal ini disebabkan antara lain kerena terdapat pertumbuhan sekolah-sekolah secara pesat dengan angka problema yang diadministrir. Pertumbuhan sekolah menambah jumlah lembaga supervise dengan variasi tugas para supervisor. Kondisi-kondisi seperti besarnya sekolah, jumlah pelaksana supervisi beserta pendidikan dan pengalaman orang-orang yang di supervise menyebabkan perbedaan organisasi supervise.
Fred C. Ayer & A. S. Barr, mengemukakan tiga bentuk Organisasi Supervisi. Di antaranya adalah:
1. Bentuk organisasi Extrisic-dualistic.
2. Bentuk organisasi Line and Staff.
3. Bentuk organisasi coordinate. Soetopo Hendiyat
Struktur dan Bagan Organisasi
Jumat, 21 Oktober 2011
otobiografi 2
Masih pada tahun yang sama, 2007, saya menduduki bangku sma. Kebanyakan orang bilang masa-masa SMA adalah masa yang paling indah, tapi menurut saya masa-masa ini sama saja seperti hari-hari yang biasa saya jalani. Pada awalnya saya melewati tahun pertama dengan biasa-biasa saja. Maksud dari biasa-biasa saja disini adalah saya tidak menemukan hal baru yang bersifat ‘wah’ mungkin hanya teman baru, guru baru, dan lingkungan baru yang saya dapatkan. Walupun begitu saya tidak putus asa, dan tetap mencari kegiatan baru yang dapat menggali potensi dalam diri saya.
Mungkin saya baru menemukan arti dari pilihan hidup ketika disaat akhir semester genap. Seperti yang kita ketahui ketika ingin melanjutkan ke tingkat 2 saya diberi pilihan oleh wali kelas saya. Ingin masuk kelas IPA atau kelas IPS pada saat tingkat 2. Jujur disini saya bingung dan sempat frustasi karena saya tidak tahu harus memilih yang mana dan hingga pada saat itu saya belum menentukan masa depan saya. Saya sempat berkonsultasi ke guru bp, wali kelas, dan orang tua saya. Dan yang membuat saya lebih sulit memilih, nilai raport saya mencukupi untuk masuk kelas IPS ataupun IPA. Disaat seperti ini saya dilanda kecemasan yang amat sangat, Karena pilihan saya menentukan masa depan saya. Tetapi pada akhirnya saya memutuskan untuk masuk pada program IPA karena saya memutuskan untuk masuk ke salah satu perguruan tinggi negri, dan jurusan yang ingin saya masuki menghruskan calon mahasiswanya berasal dari program IPA.
Akhirnya saya naik ke tingkat 2. Dan disinilah sumber masalah dimulai. Saya pikir masuk ke program IPA hanya berbeda pelajaran dari program IPS. Tapi ternyata saya salah total, ternyata porsi belajarnya pun jauh berbeda dari program IPS, dan ini yang membuat saya frustasi. Saya harus mengejar ketertinggalan saya di kelas dengan cara belajar bersama atau diskusi bersama. Cara ini lumayan efektif karena saya memang lebih suka diajari oleh teman daripada guru. Dengan begitu prestasi saya dikelas tidak terlalu rendah atau bisa dibilang saya di bagian peringkat tengah atau sedang sedang saja. Mungkin pelajaran yang membuat nilai saya drop salah satunya fisika. Jujur, jika saya bertemu dengan angka atau menjawab soal yang “berbau” angka, saya tidak dapat menyelesaikannya dengan cepat. Saya butuh bimbingan dari teman yang jauh lebih mengerti dari saya dan juga latihan yang keras. Tapi walaupun saya sudah melakukan kedua hal diatas nilai fisika di raport saya tidak pernah menyentuh angka 8.
Tetapi sebaliknya, jika saya bertemu dengan huruf atau menjawab soal yang “berbau” huruf saya dapat menyelesaikannya dengan mudah. Dan pada saat itu saya baru menemukan salah satu kelebihan saya yaitu ingatan saya yang baik. Kebanyakan orang bilang saya pelupa, itu dikarenakan saya malas atau tidak memperhatikan sesuatu dengan benar, jika saya melakukannya dengan sungguh-sungguh saya pasti dapat menyelesaikanya dengan baik. Dan disinilah keputus asaan saya bertambah.
Saya mulai menghindari pelajaran yang bersifat menghitung dan sangat tekun mempelajari pelajaran yang bersifat menghafal. Namun karena saya di dalam program IPA, pelajaran yang bersifat menghitung presentasinya lebih banyak daripada pelajaran yang bersifat menghafal. Dan setelah mendapat dukungan dari teman terdekat saya, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menghindari pelajaran yang bersifat menghitung. Memang pada awalnya saya harus bersusah payah mengejar ketertinggalan saya, tapi lagi-lagi berkat dukungan dari teman terdekat saya, saya berhasil mengejar ketertinggalan saya. Dan pada akhirnya saya naik ke tingkat 3.
Pada saat tingkat 3 disini saya dihadapkan dengan masalah baru kembali, yaitu UN. Mendengar namanya saja saya sudah merinding, karena jika ingin meneruskan ke perguruan tingkat tinggi salah satu syaratnya adalah lulus UN. Tapi saya tetap berusaha keras belajar, meminta bimbingan dari teman agar saya dapat lulus dari jenjang SMA. Seperti biasa di sekolah sering diadakan try out agar pada saat UN nanti siswa tidak kaget dengan soal yang akan diujikan. Mula-mula nilai try out saya amatlah buruk sampai-sampai pada saat pertama kali melihatnya saya tidak tahu kalo itu adalah nilai saya. Tetapi saya berpikir jika kita sudah berusaha semaksimal yang kita bisa pasti akan diberi jalan. Dan itu terbukti pada saat try out terakhir saya masuk 10 besar dalam kelas saya. Mungkin orang-orang berpikir itu adalah hal wajar, tetapi bagi saya itu merupakan suatu pencapaian yang amatlah berharga bagi saya.
Saatnya UN tiba, saya hanya bermodalkan pelajaran yang saya pelajari malam sebelumnya. Pada saat itu saya tidak mau belajar tekun karena takut mental saya “down” dan berakhir frustasi. Saya begini karena melihat kakak-kakak kelas saya sebelumnya banyak yang mentalnya down saat hari-h, pada akhirnya dengan terpaksa mereka tidak melaksanakan ujian. Pada akhirnya saya lulus UN dengan hasil yang cukup memuaskan. Saya sudah sangat bersyukur dapat lulus ujian. Tetapi tidak hanya lulus ujian saja yang saya dapatkan, melainkan nilai yang cukup memuaskan.
Dan lagi-lagi masalah baru muncul. Saya masih harus belajar lagi untuk masuk ke perguruan tinggi negri. Saya meminta bimbingan teman terdekat saya agar saya dapat masuk ke salah satu perguruan tinggi negri. Tetapi pada akhirnya saya tidak dapat masuk ke perguruan tinggi negri, dan saya memutuskan masuk ke perguruan tinggi swasta. Pada awalnya saya agak minder melihat teman-teman saya masuk ke perguruan tinggi negri, tetap setelah saya pikir-pikir mungkin saya masuk ke perguruan tinggi swasta adalah yang terbaik untuk diri saya. Dan ternyata benar pada setelah tes di salah satu perguruan tinggi swasta di Bekasi , saya diterima. Pada saat itu saya gembira sekali karena sempat saya bertanya-tanya apakah tahun ini saya akan kuliah. Tetapi pada akhirnya terjawablah semua pertanyaan, kebimbangan, dan kerja keras saya.
Dan disinilah kehidupan saya benar-benar berubah 180 derajat dari kehidupan saya ketika saya masih sekolah.
Langganan:
Postingan (Atom)